FREKUENSI PEMUTARAN TELUR TERHADAP NILAI MORTALITAS, DAYA TETAS DAN BOBOT TETAS TELUR PUYUH

Lukman Lukman • Bahri Syamsuryadi • Iin Mutmainna
Journal article Agrominansia • June 2020

Download full text
(Bahasa Indonesia)

Abstract

Untuk mengetahui pengaruh frekuensi pemutaran telur terhadap mortalitas daya tetas, dan bobot tetas telur burung puyuh berpengaruh terhadap keberhasilan pemutaran telur burung puyuh. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) yaitu dengan 4 perlakuan dengan 3 kali ulangan. Perlakuan dalam penelitian ini adalah : P0: Jumlah pemutaran 2 kali sebanyak 7 butir P1: Jumlah pemutaran 4 kali sebanyak 7 butir P2: Jumlah pemutaran 6 kali sebanyak 7 butir P3: Jumlah pemutaran 8 kali sebanyak 7 butir. Hasil peneltian menunjukan bahwa banyaknya perlakuan pemutaran pada telur puyuh dalam mesin penetas berpengaruh nyata pada mortalitas, daya tetas, namun tidak pada bobot tetas telur puyuh. Mortalitas terendah ada pada pemutaran 2 kali yaitu 73,81%, daya tetas terendah yaitu 36,67% pada pemutaran 2 kali, dan bobot tetas terendah ada pada 5,79%. Pengaruh pemutaran telur dilaksanakan paling sedikit 2 kali atau lebih baik diputar 6, dan 8 pemutaran.

Kata Kunci : Bobot Tetas, Daya Tetas, Mortalitas

Metrics

  • 151 views
  • 77 downloads

Journal

Agrominansia

Jurnal Agrominansia is a six-monthly journal that contains manuscripts in the fields of Agricultu... see more