HUBUNGAN PANJANG BERAT LOBSTER BAMBU (Panulirus versicolor) DI PERAIRAN PULAU SEMBILAN

Andi Tenriawaruwaty A. R. Zulkifli • Sry Irmayanti Arifin • A. Imran Salahuddin • Mapparimeng Mapparimeng
Journal article Agrominansia • June 2018

Abstract

Hubungan panjang berat lobster bambu sangat penting untuk diketahui sebagai salah satu parameter biologi untuk memprediksi ukuran populasi dan menerapkan strategi pengelolaan yang efektif. Pengumpulan sampel lobster dilakukan dengan menggunakan pendekatan survey berbasis hasil tangkapan nelayan. Pengukuran lebar karapaks menggunakan mistar dan jangka sorong serta timbangan digital untuk pengukuran berat sampel. Data lobster yang terkumpul dianalisis hubungan panjang karapaks dan berat menggunakan persamaan regresi. Untuk melihat signifikansi perbedaan nilai b, maka dilakukan Uji-T Student. Persamaan regresi menggambarkan hubungan panjang berat dan diperoleh nilai a dan b. Nilai b memberikan informasi tentang pola pertumbuhan . Jika b = 3 maka pertumbuhan bersifat isometrik, jika b ≠ 3 bersifat alometrik (b > 3 alometrik positif, b < 3 alometrik negatif). Berdasarkan hasil pengukuran yang telah dilakukan diperoleh kisaran ukuran panjang karapaks lobster jantan 33 - 167 mm dengan berat tubuh 102 – 2739 gr, sedangkan lobster betina berkisar antara 43 – 152 mm dan 125 – 2344 gram. Hubungan panjang karapaks dan berat untuk lobster Jantan memiliki persamaan W = -1,608L2,253 dengan korelasi (R2) = 0,836 sedangkan untuk lobster betina W = -1,881L2,414 dengan korelasi (R2) = 0,897. Hasil Uji T menunjukkan Thitung < Ttabel, maka hubungan panjang karapaks dan berat lobster bakau bersifat isometrik atau b = 3 baik jantan maupun betina. Kata Kunci: Pola Pertumbuhan, Lobster bambu, Pulau Sembilan

Metrics

  • 95 views
  • 90 downloads

Journal

Agrominansia

Jurnal Agrominansia is a six-monthly journal that contains manuscripts in the fields of Agricultu... see more