MASA LATEN MOLTING, KOMPOSISI KIMIA DAN ENERGI TUBUH KEPITING BAKAU (Scylla olivacea) YANG DIBERIKAN VITOMOLT MELALUI KOMBINASI INJEKSI DAN PAKAN BUATAN

Zainal Usman
Journal article Agrominansia • December 2017 Indonesia

Download full text
(Bahasa Indonesia, 16 pages)

Abstract

Kegiatan produksi kepiting lunak atau soft shell crabs memiliki prospek cerah sebagai salah satu alternatif kegiatan usaha. Produksi kepiting lunak dapat dilakukan dengan berbagai metode. Aplikasi vitomolt sebagai stimulant molting merupakan salah satu metode budidaya yang mengedepankan animal welfare. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui masa laten molting dan dinamika energi pada tubuh kepiting bakau (Scylla olivacea) setelah diberikan vitomolt melalui kombinasi injeksi dan pakan buatan. Penelitian dilaksanakan selama 3 bulan (Mei sampai dengan Juli 2011) di lokasi Stasiun Riset Tambak Budidaya Kepiting Lunak (Soft shell crabs) yang berlokasi di Bawanamarana, Kecamatan Lau, Kabupaten Maros, Propinsi Sulawesi Selatan. Perlakuan ada 4 yakni ; (A) perlakuan Injeksi dan pemberian pakan buatan tanpa vitomolt, (B) perlakuan Injeksi dan pemberian pakan buatan bervitomolt,(C) perlakuan Injeksi dan pemberian pakan ikan kering dan (D) perlakuan tanpa vitomolt (kontrol). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan vitomolt melalui injeksi dan pakan buatan menghasilkan masa laten paling singkat yakni 28±3 hari dan Kepiting bakau yang diberikan vitomolt mengalami peningkatan komposisi kimia tubuh (protein dan lemak), energi tubuh pada fase intermolt akhir, serta BETN pada fase premolt yang lebih tinggi dibandingkan dengan tanpa pemberian vitomolt sehingga masa laten molting kepiting bakau yang diberikan vitomolt lebih tinggi dibandingkan dengan tanpa pemberian vitomolt.

Kata Kunci : Vitomolt, Kepiting Bakau, Molting, Energi.

Metrics

  • 131 views
  • 93 downloads

Journal

Agrominansia

Jurnal Agrominansia is a six-monthly journal that contains manuscripts in the fields of Agricultu... see more