ANALISIS KEANEKARAGAMAN IKTIOFAUNA DI HUTAN MANGROVE CAROCOK TARUSAN, KABUPATEN PESISIR SELATAN

Indra Syamson • Ihwan Ihwan
Journal article Agrominansia • Desember 2019

Unduh teks lengkap
(Bahasa Indonesia, 10 pages)

Abstrak

Ekosistem hutan mangrove mempunyai sifat dan bentuk yang khas, serta memiliki fungsi dan manfaat sebagai sumberdaya pembangunan. Hutan mangrove sebagai fungsi biologis, dikenal sebagai daerah asuhan (nursery ground) dan tempat pemijahan (spawning ground) bagi ikan, udang, kepiting, kerang, dan biota perairan lainnya. Penelitian ini dimaksudkan untuk menentukan keanekaragaman iktiofauna di Carocok Tarusan Kabupaten Pesisir Selatan. Adapun pengambilan sampel dilakukan pada 4 (empat) stasiun dengan menggunakan jaring tiga lapis (trammel net), jaring insang (gill net), dan bubu lipat. Data diperoleh kemudian diolah secara deskriptif kuantitatif untuk mengetahui indeks keanekaragaman, indeks kemerataan, indeks kekayaan jenis dan indeks similaritas. Selama penelitian telah terkumpul ikan sebanyak 1.114 ekor terdiri dari 15 species dan 12 genus. Apogon ceramensis, Scyla serata, Mugil dussumieri dan Toxotes jaculatos merupakan spesies ditemukan pada semua stasiun. Indeks keanekaragaman (H) berkisar antara 0,0698 – 0,1566. Indeks kemerataan (E) berkisar 0,0696–0,1835. Indek kekayaan jenis (D) berkisar 1,5941 – 4,7824. Indeks dominasi 0,0128–0,0530. Indeks similiritas (λ) tertinggi yaitu antara stasiun A dan B dengan tingkat kemiripan 73,33%. kata kunci: Keanekaragaman, iktiofauna, hutan mangrove, Carocok Tarusan

Metrik

  • 86 kali dilihat
  • 19 kali diunduh

Jurnal

Agrominansia

Jurnal Agrominansia merupakan jurnal enam bulanan yang memuat naskah di bidang Pertanian, Peterna... tampilkan semua

Penyandang Dana

KKP

Kementerian Kelautan, dan Perikanan (disingkat KKP) adalah kementerian dalam Pemerintah Indonesia... tampilkan semua