ANALISIS KETERSEDIAAN IKAN RUCAH (TRASH FISH) SEBAGAI PAKAN IKAN KERAPU BEBEK (Cromileptes altivelis) DALAM RANGKA PENGEMBANGAN BUDIDAYA KERAMBA JARING APUNG DI KAWASAN MANDEH KAB. PESISIR SELATAN

Ihwan Ihwan
Journal article Agrominansia • Juni 2019

Unduh teks lengkap
(Bahasa Indonesia, 6 pages)

Abstrak

Penelitian ini diharapkan dapat diketahui tingkat ketersediaan ikan rucah sebagai pakan pada usaha pembesaran ikan kerapu di KJA Kawasan Mandeh dan jumlah optimum unit KJA yang direkomendasikan dalam rangka pengembangan budidaya KJA di Kawasan Mandeh secara berkelanjutan. Penelitian ini dilaksanakan di Kawasan Mandeh, Desa Carocok Tarusan, Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan. Dari hasil pengukuran dan pengamatan di lapangan, diketahui kondisi biofisik meliputi; dasar perairan lumpur-pasir-karang; kecepatan arus 0,06- 0,32 m/detik, suhu 29,0 - 31,4 oC, pH 7,2 - 8,1, salinitas 25 - 32 ‰, oksigen terlarut 7,0 - 8,5 ppm. Pemanfaatan lahan budidaya untuk KJA di kecamatan Koto XI Tarusan masih bisa dioptimalkan. Berdasarkan analisis ketersediaan ikan rucah, diketahui dari rata-rata 102.099 kg ikan yang didaratkan setiap bulannya hanya 33,33% (43.958 kg) yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan ikan rucah. Dengan demikian estimasi ketersediaan ikan rucah selama 1 siklus budidaya (18 bulan) adalah 791.236 kg. Jumlah ini mampu mencukupi kebutuhan KJA sebanyak 243 unit. Berdasarkan carrying capacity lahan, jumlah KJA hasil kajian yang dapat dioptimalkan sebanyak 134 unit atau setara dengan 0,69 ha.

Kata Kunci : Ikan rucah, Keramba Jaring Apung, Kawasan Mandeh

Metrik

  • 91 kali dilihat
  • 23 kali diunduh

Jurnal

Agrominansia

Jurnal Agrominansia merupakan jurnal enam bulanan yang memuat naskah di bidang Pertanian, Peterna... tampilkan semua