MORFOMETRIK USUS HALUS PUYUH PEDAGING DENGAN BERAT BADAN AWAL DAN WAKTU PEMUASAAN YANG BERBEDA SETELAH MENETAS

Bahri Syamsuryadi • Khaeruddin Khaeruddin
Journal article Agrominansia • Juni 2018

Unduh teks lengkap
(Bahasa Indonesia, 8 pages)

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi mengenai pengaruh berat badan awal puyuh pedaging danwaktu pemuasaan setelah menetas terhadap morfometrik duodenum, jejunum, dan ileum. Penelitian ini disusun berdasarkan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 3 x 3 dengan 3 kali ulangan, dan tiap ulangan. Kombinasi perlakuan berat badan setelah menetas sesuai dengan standar komersil: ringan (5,1-6,0 g), sedang (6,1-7,0 g) dan berat (7,1-8,0 g), dan pemuasaan masing-masing selama 24 jam, 36 jam dan 48 jam dijadikan sebagai perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan berat badan awal puyuh setelah menetas tidak mempengaruhi panjang dan berat duodenum dan ileum serta panjang jejunum, namun mempengaruhi (P<0,05) berat jejunum. Sedangkan perbedaan lama pemuasaan puyuh setelah menetas tidak mempengaruhi berat dan panjang duodenum dan ileum serta berat jejunum, namun mempengaruhi (P<0,01) panjang jejunum.

Kata kunci: usus halus, puyuh, pemuasaan, berat badan

Metrik

  • 133 kali dilihat
  • 129 kali diunduh

Jurnal

Agrominansia

Jurnal Agrominansia merupakan jurnal enam bulanan yang memuat naskah di bidang Pertanian, Peterna... tampilkan semua

Penyandang Dana

Ristekdikti

Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (disingkat Kemenristekdikt... tampilkan semua