PENERAPAN MODEL PERTANAMAN ALLEY CROPPING PADA LAHAN KRITIS DI KECAMATAN MAIWA ENREKANG

Haerul Haerul • Muhammad Rizal • A. Herwati
Journal article Agrominansia • Juni 2017

Unduh teks lengkap
(Bahasa Indonesia, 10 pages)

Abstrak

Pemanfaatan lahan kering pada daerah kemiringan sebagai areal pertanaman jagung mendatangkan banyak kerugian diantaranya degradasi lahan, ketidakberlanjutan produksi jagung dan usahatani jagung yang tidak efisien. Model pertanaman alley cropping yang mengkombinasikan tanaman lorong (Hedgerow) berupa gamal, rambutan dan rumput gajah memberikan beberapa keuntungan diantaranya mencegah terjadinya degradasi lahan, input produksi yang efisien bagi jagung dan adanya pendapatan tambahan dari rambutan serta pakan tambahan untuk ternak kambing dari gamal dan rumput gajah. Tujuan pelaksanaan kegiatan adalah meningkatkan produktivitas lahan marginal petani yang pada akhirnya meningkatkan pendapatan petani. Metode pendekatan dalam menyelesaikan masalah petani menggunakan pendekatan LEISA (Low External Input Sustainable Agriculture). Proses diseminasi teknologi diawali dengan FGD (Focus Group Discussion) untuk memahami permasalahan yang dihadapi petani. Setelah masalah berhasil diidentifikasi dan dipetakan, dilakukan uji coba pada lahan usahatani petani agar teknologi dapat diadaptasikan. Untuk mendiseminasikan teknologi ke petani lainnya, dilakukan penyuluhan dimana penyuluhnya adalah petani pelaksana kegiatan. Metode komunikasi yang digunakan adalah farmer to farmer communication. Dengan demikian, proses adopsi teknologi dapat berjalan dengan loancar karena pengembangan teknologi dilakukan secara partisipatif.

Kata kunci: LEISA, partisipatif, alley cropping, jagung

Metrik

  • 124 kali dilihat
  • 235 kali diunduh

Jurnal

Agrominansia

Jurnal Agrominansia merupakan jurnal enam bulanan yang memuat naskah di bidang Pertanian, Peterna... tampilkan semua